Resume Kelas Online Inspirasi (Via Whatsapp)

Bismillah.


Assalamu'alaikum warahmatullah 
Hallo teman2.
Tadi udah disebutkan data diri saya ya.
Langsung saja saya share materi yang sudah saya rangkum dalam tulisan yang saya unggah ke blog pribadi saya tentang Tips Kuliah Menyenangkan.

Nah... 
Dikesempatan ini juga, saya akan sharing pengalaman kuliah yang menurut saya saat-saat tersibuk pake banget.
Keep reading ya!

***
Pengalaman belajar di Kampus Hectic

PART I
Diakhir tahun ke-2 kuliah (S1), saya berkesempatan belajar selama 1 semester di Universiti Sains Malaysia (USM).

Atmosfer belajar USM
Bagaimana sih hectic nya belajar di USM?
1) Untuk setiap 1 matakuliah (yang selanjutnya saya sebut matkul) terdiri dari 2 kelas. Ada kelas lecturer, dan ada kelas tutorial. Saat itu saya mengambil 5 matkul (3 diantaranya matkul tingkat lanjutan). Artinya ada 10 kali pertemuan dalam seminggu dan setiap sesi berlangsung kurang lebih 2 jam.

Itu waktu untuk belajar di kelas. Belum termasuk waktu untuk pertemuan tugas kelompok dan tugas individu untuk setiap matkul, yang tugasnya memerlukan pengeksploran dalam. Dosen tau banget mah mana yang kulit-kulit, mana yg bener-bener dieksplore. Apalagi matkul yg diampu sama dosen sekaligus dekan yang professional pake banget. Mau nangis terus tiap inget beliau betapa ekspertnya dengan matkul yang udah berkali-kali diajar ulang. Dan kita akan siap-siap malu kalau kita 'tong kosong nyaring bunyinya'. Walaupun jawaban-jawaban kita udah panjang kali lebar kali tinggi. Kalau gak berisi, bhay! Untuk ujian, gak ada poin nulis disana. Beda kalau disini, saya sendiri dulu suka ngarep-ngarep poin dari upah nulis.

FYI: Sebelum saya berangkat mengikuti program ini, kakak tingkat kelas saya sudah mewanti-wanti untuk kuliah bener-bener selama di USM. Karna belajar di sana gak semudah belajar di sini (di kampus kami maksudnya). Jadi emang saya udah siapin mental baik-baik untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yg disampaikan oleh senior saya tersebut. Walaupun saya udah rajin. Masuk kelas duduk paling depan. Dosen cuap-cuap depan kelas diperhatiin bener. Ulang-ulang latihan dirumah. Teteuuuup IPK 2.9something. Untuk anak non-eksak ini terkategori pas pasan buat makan. Padahal waktu kuliah di Batam. Seminggu bahkan pernah beberapa hari sebelum ujian baru belajar. Dan IPK aman-aman aja. *ini gak patut dicontoh ya.
Apalagi yg semenit sebelum ujian. Walaupun bisa di handle, gak baiknya nanti jadi kebiasaan yang kebawa-bawa sampai kita terjun ke masyarakat. Bad habbit.

2) Untuk mahasiswa reguler, wajib ikut organisasi kampus minimal 1.
Waktu itu saya statusnya mahasiswa internasional, jadi gak ada kewajiban ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Tapi saya memilih untuk ikut. Saya fikir, saya akan melewatkan hal yang sangat bagus kalau gak ikutan organisasi di kampus tersebut. Rasanya rugi begitu saja. Walaupun itungannya cuma 1 semester. 
Dan selain itu saya juga aktif di PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia). PPI ini adalah kumpulan anak2 Indonesia yg kuliah di LN (Luar Negri). Tiap kampus LN yg ada mahasiswa Indonesianya biasanya ada PPI nya. Jadi kita bisa sharing sesama mahasiswa Indonesia yg ada di LN dan saling tolong menolong di negeri rantauan.

Dari kedua organisasi tersebut, saya tidak terlibat langsung dalam struktur kepengurusan, mengingat waktu studi yg terbatas. Hanya ikut dalam kegiatan yg bersifat event.
Ikut ini saja, riweuhnya bukan main. "Hanya" rapat dan koordinasi. Pernah ikut saat event besarnya PPI. Ngadain pagelaran seni budaya Indonesia. Itu lelah pake banget karna pertemuan rapatnya intens.

kebayang gak sibuknya?



PART II

Kepadatan saya ternyata tidak berhenti disana. Balik ke Batam, ada 3 matkul yg harus saya kejar + Kerja Praktek + Proposal Skripsi.
Plus lagi saya pengeeeeen banget ngejar 3.5 tahun .
Target pada waktu itu.

Show must go on. Kuliah tetep jalan, dosen tetep ngajar, semua orang tetep punya kesibukannya masing-masing. Rasanya gak ada yang peduli sama saya. Saya? Saya cuma bisa nangis. Iya! "Kok gini amat ya kuliah". Tapi tetep saya lakonin.
Tips: terkadang kita perlu curhat. Curhat pada tempat yg tepat. Saya selalu curhat nangis-nangis depan ibu saya. 

Saat itulah saya mengatur lagi 'perasaan' dan mengatur kembali hal-hal yang bisa saya cicil. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, semuanya bisa terlewati. Dan saya memaksa diri untuk percaya pada kemampuan dan kapasitas saya. And I did it! Lulus 3.5 tahun, IPK >3.5. Walhamdulillah ❤

Mungkin teman2 disini juga ngerasain riweuh/sibuk/padatnya kuliah versi masing2 ya. Tips di materi sebelumnya memang saya gunakan pada kala itu. 
Oh iya. Ada satu hal lain yg jadi mood booster andalan saya yg tidak saya cantumkan. Yaitu, kulineran alias MAKAN. 

Itu materi dan sedikit pengalaman saya. Yang mau bertanya silahkeun ❤
Aturan bertanya sesuai dg yg moderator sampaikan ya temans.
Sambil diminum dulu airnya.


 - - - - - - - - - - - - - - - - - TANYA JAWAB - - - - - - - - - - - - - - - - -
1⃣
Nurpatimah asal STIQ Kepri

Kak, Gimna carany bisa istiqomah semangat dalam kuliah, kadang pertma masuk awal semester semngtnya, akhir" mau UAS, kurang semangat lagi, karena ingt pulang kmpung 

Jawab:
Salam kenal Nurpatimah,
Tos dulu.
Kak May juga kadang gitu. 

Pernah gak sih ikut seminar motivasi, pada saat di dalam ruangan semangat beneeeer, eh keluar ruangan langsung lempeng aja kayak gak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.

Sebenernya motivator terbaik itu diri sendiri.
Seberapa besar orang mempengaruhi kita lewat kata-kata bijaknya, kalau kita nya sendiri gak GERAK, ya gak ada perubahan apa2.

Pertama,
Tarik nafas dalam2, hembuskan perlahan.
Ingat2 lagi apa yg akan kita capai dalam kuliah ini.
Makanya niat perlu banget diperbaharui setiap kali.
Gak hanya di awal aja, pada prosesnya dan di pengakhiran pun perlu memperbaharui niat kuliah kita. Semoga niat kita karna Allah ta'ala.

Kedua,
Jangan kasih kendor lama2.
Karna ini virus, dia bisa menyebar keseluruh jaringan otak kita. Virus  malas, virus gak semangat, dkk.

Tips-tips lain udah kakak tulis di materi yah. Semoga membantu.

-----------------------------------------------------------------*

2⃣
Cici, asal kampus UGM 

Setelah lulus kuliah kak mayang bekerja dimana atau melanjutkan kulih lagi? Jika bekerja apakah sertifikat pernah belajar di usm sangat diperhatikan waktu mendaftar kerja?

Jawab:
Hai Ci, suami kak may juga lagi kuliah ni di UGM .
Setelah lulus kuliah S1, kak may buka butik plus lanjut S2.
Ya! Kak May gunakan sertifikat itu sebagai lampiran portofolio di surat lamaran kerja.
Dan sangat sangat berguna sebagai poin plus nya.
Disamping sertifikat2 kompetensi lainnya.
Oh iya. Kak May S1+S2 = 5 tahun. Baru setelah itu kerja di salah satu perusahaan Developer di kota Batam.

-----------------------------------------------------------------*

3⃣
Zulkifli. Asal kampus : STT Ibnu Sina Batam

Bagaimana cara kita sebagai mahasiswa untuk menambah kepercayaan diri dalam berorganisasi?

Jawab:
Salam kenal Zulkifli,
waah. Selamat ya udah menentukan langkah untuk berorganisasi

Inget banget dulu Kak May orangnya agak pemalu.
Bisa di bilang introvert juga.
Dan rada susah untuk organisasian.

Never try, never know kan yak, jadi kak may memaksakan diri berorganisasi.
Pengalaman kak may yg pertama adalah saat SMK.

Tingkat ke-PD an itu salah satunya karna kita mengusai sesuatu.
Contoh:
Ada diskusi grup dalam organisasi yg memerlukan pandangan2 kita.
Kalau saja kita faham ttg siatu hal tersebut atau pernah memecajlan masalah dari hal uang di bahas tersebut, kita akan berani alias PD dalam tampil di depan teman2 kita.

Nah.
gimana kalau kita belum ada apa2 nya?
Ada 3 sih tips nya,
belajar, belajar, belajar.

Organisasi juga perlu seni.
Jadi belajar lah berorganisasi!

-----------------------------------------------------------------*

4⃣
Nama: Hesti Yuniasih 
Asal kampus: Politeknik Negeri Batam 

Pertanyaan: bagaimana membangkitkan mood untuk menulis proposal atau skripsi,  dan bagaimana tips biar skripsi selesai tepat waktu?

Jawab:
Hallo Hesti.
Waaah. Udah mau di tingkat akhir nih 

Rata-rata penyakit mahasiswa tingkat akhir itu adalah MALAS.
Semoga Hesti dan temen2 disini nggak ya. ❤

Kamu harus mulai.
Yak! Mulai!
Mulai apa? Hee..
Mulai membaca jurnal-jurnal yang  berhubungan dengan apa yang kira-kira akan kamu teliti.
Kalau belum dapet inspirasi mau meneliti apa?
Kamu bisa baca2 jurnal secara umum yang berkaitan dengan jurusan kamu dan konsultasikan ke dokter. Eh, dosen.

Ketika udah settle dapat topik yg disetujui. 
Langsung kamu eksplore bacaan jurnal2 tadi.
Eksplorasi jurnal ini gak bisa sehari dua hari bisa kamu pahami.
Perlu waktu loh.
Jadi semakin ditunda, semakin kamu membuang waktu berharga.

Kamu gak perlu harus perfect dulu.
Buat aja dulu.
Nanti seiring berjalan waktu, seiring pemahaman2 bertambah, makan yang gak sempurna tadi bisa kamu perbaiki.

-----------------------------------------------------------------*

5⃣
Nama : Julia 
Asal Kampus : UMHT Jakarta

Gimana sih cara ngatur jadwal yg benar dari awal kita jadi mahasiswa?
Apakah kita harus mementingkan ipk atau aktif di kepanitiaan (organisasi)?

Jawab: 
Hallo Julia,
Gak ada yang jamin IPK tinggi itu menunjukkan kemampuan yang tinggi pula pada akademiknya. Tapi IPK menjadi tolak ukur loh.
Kalau gak dari IPK, alat ukur apa lagi yg menunjukkan kalau kita mampu menempuh matakuliah2 itu?
😬
Semoga gak bingung ya.

IPK tetep harus diperhatikan.
Organisasi juga jangan dilewatkan.
Ada banyak hal yang tidak kita dapat di dalam kelas ketika kita berorganisasi loh, Julia.
Misalanya: Praktek manajemen waktu yang super, melobi, membangun gerakan, dst.

Jangan mengkambinghitamkan organisasi ketika kita down dalam belajar diperkuliahan kita.

-----------------------------------------------------------------*

6⃣
Rahmawati 
Kampus : STIE Ibnu Sina Batam            

Bagaimana sih tips supaya mahasiswa yg bekrja sambil kuliah itu tetap semngat utk mengikuti pelajaran. Karna di Batam itu mayoritas mahasiswanya pekerja. Pagi berkerja pulang sore dan malamnya itu lanjut kuliah. Hampir setiap mahasiswa yg dtg perkuliahan itu cuma datang duduk mendengarkan setelah keluar dr kelas buyar. Dan sebagian mahasiswa juga tdk sempat utk membaca ulang di tempat kerjanya. Kadang juga merasa jenuh krna uda kecapeaan. Gmn nih solusi dan motivasi utk yg pekerja.

Jawab:
Hai Rahmawati,
Saya dulu sempat merasakan kehidupan kuliah sambil bekerja.
Semester satu (S1).
Faham banget lelah nya gimana.

Jadi untuk mahasiswa kuliah sambil kerja, kamu harus ekstra hati2.
1. Usahakan jangan pernah _ miss_ dalam kelas.
Ketika sekali aja kamu gak masuk, kamu perlu tambahan ekstra tenaga lain dalam belajar.
Padahal, yg dosen terangkan saja terkadang susah masuk di kepala. Karna tubuh yg udah lelah.

2. Ketika dikelas, perhatikan dengan cermat setiap yg dosen katakan. Jadi kamu emang dituntut smart at that point. Rada susah emang. Tapi berusahalah sebisa yang kamu mampu. 
Malesnya jangan diturutin, nanti berubah ngantuk.

3. Bernafas dalamketika lelah di kelas.
Ambil nafas dalam, dan keluarkan perlahan. Oksigen minim banget di otak soalnya. Jadi fikiran bisa kemana2, alias gak fokus.

Tetap semangat ya Rahmawati dan teman2 yang kuliah sambil kerja.

-----------------------------------------------------------------*

7⃣
Nama : Hamba Allah
Asal kampus : -

Pertanyaan:
Sy blm kuliah, jd pertanyaannya. Bagaimana bila kita ingin kuliah dengan jurusan yg kita tidak kuasai. Apa pendapat ka mayang sendiri?

Jawab:
Apa tolak ukur kita tidak menguasai?
Sudah pernah kah mendapat satu atau dua mata kuliah yang menurut kita tidak kita kuasai itu?

Sebaiknya, ambil jurusan yang sesuai dg passion kamu.
Kamu bisa baca2 artikel dari masing2 jurusan, kira2 mana yang kamu banget.
Supaya dalam menjalani kuliah tidak seperti orang kejar setoran, yang penting kuliah.
Usahakan sudah ada gambaran kedepannya kamu mau ngapain dari jurusan yg kamu ambil.

-----------------------------------------------------------------*

8⃣
Assalammu’alaikum kakk
Aku afifah,msh kelas 2 sma
Pengen minta saran nih kakk,aku kalau hri biasa tuh ya bljr di sekolahh selalu merhatiin guru,dan aku ngerti ketika dikasih soal,tpi kalau wktu ujian ttp hrus bljr lgii kalau ga gabsa jawab kecuali dipelajaran tertentu,aku heran sm tmn ku yg jago sks,tpi aku gabsa kakk kalau bljr sendiri itu pasti suka kali ketiduran,tpi kalau sm tmn paling engga berdua laa,itu ada semangatnyya gtuu,gmana ya kakk?

Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah 
Hallo Afifah

Tiap orang itu unik. Punya kebiasaan dan cara masing2 dalam melakukan berbagai hal.
Jangan samakan ukuran sepatu kita dengan orang lain. Kalau kita paksakan, kita gak akan nyaman dalam berjalan.
Misal sepatu kebesaran akan mudah membuat kita terjatuh, atau bahkan sepatu sempit akan ngebuat kaki kita sakit.
Silahkan Afifah eksplore cara Afifah belajar.
Jika memang minimal harus ada teman untuk belajar bersama, pilih teman yang komit dan serius juga untuk belajar bersama.
Tetap semangat 🔥

-----------------------------------------------------------------*

9⃣
Assalamualaikum kak,
SISKA RISDIANTI_IAIN PONOROGO
Saya mau bertanya, bagaimana menumbuhkan semangat yang hampir lebur di semester 6 saat ini, karena banyak teman yang sudah wisuda D3 ? Apakah perlu cuti dulu? Trimakasih.

Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah.
Hai Siska.
Wah.
Jantung suka berdegup kencang ya kalau tau temen2 kita udah pada wisuda, kitanya belum.

Pertama2. Apa urgensi cuti menurut Siska?
Bukankah cuti jadi memperlama kuliah?
Kalau untuk merefresh hati dan fikiran, sebaiknya tidak perlu cuti. Karna cuti justru akan membuat kita jauh dari semangat mengerjakan tugas akhir. Belum tentu kita saat masuk kembali sudah memiliki semangat mengerjakannya tugas akhir yang belum selesai itu? Dan juga, otak kita mungkin sudah gak kokoh lagi dengan topik tugas akhir yg kita teliti.

Kalau Siska gak nemuin urgensi cuti, saran kak May Siska bisa mengambil waktu libur satu sampai dua hari untuk evaluasi diri.
1. Siska harus instal di kepala siska. Bahwa riweh dan ribetnya kuliah seperti yang Siska jalankan itu adalah normal. Siska bisa kok menyelesaikannya. Hanya saja perlu tambahan tenaga, waktu dan fikiran lebih untuk menyelesaikan tugas akhir.

2. Bukan hanya Siska yang kesulitan dalam tugas akhir. Diluar sana, berjuta2 mahasiswa juga pontang-panting tunggang-langgang dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Jadi jangan merasa sendiri ya.

Pada akhirnya semua pilihan ada ditangan Siska. Dipifikirkan matang2 lagi ya sebelum melangkah lebih jauh. ❤

-----------------------------------------------------------------*

10
Aris Gunawan 
Universitas Terbuka

Kak may, Menurut kak may, bagaimana  cara belajar yang efektif & efesien??

Terimakasih

Jawab:
Hai Aris.
Cara belajar yang dapat dengan mudah kita fahami dan tidak menyita banyak waktu untuk setiap orang berbeda2.

Kalau Kak May pribadi, Kak May jauh dari kata efisien.
Biasanya untuk mencapi keefektifan belajar, kak may akan banyak membuang2 waktu dan tenaga.
Misalanya, Kak May akan menambah dua atau tiga kali pengulangan belajar untuk benar2 mencapai tingkat maksimal yang Kak May inginkan.
Karna Kak May faham kemampuan Kak May yang standar, untuk sama dengan orang lain yang hanya sekali belajar, Kak May perlu 3 kali usaha baru bisa PD menguasai.

Kamu bisa melakukan hal berikut:
1. Sebelum masuk suatu mata kuliah. Kamu bisa membaca dengan teknik skimming untuk bab yang akan di pelajari.
Tidak perlu pedulikan kamu mengerti atau tidak. Ini untuk melatih otak agar masuk kealam bawah sadar. Ketika di kelas dosen menerangkan, bisanya akan ada dalam fikiran "Oh ini maksud yang saya baca tadi"

2. Cermati setiap apa yang dosen jabarkan di kelas. Catat kata2 kuncinya.
Biasanya yang sering diulang2 dosen dalam penjelasan di kelas, menunjukan sesuatu yang penting untuk di ingat2.
So, kamu emang perlu mencatat.

3. Pilih posisi duduk yang bebas hambatan.
Kalau Kak May pribadi, duduk dibelakang dengan duduk di depan cukup mempengaruhi konsentrasi belajar.
Kalau duduk di belakang, misalnya ada temen yang menjatuhkan pena, secara gak sadar biasanya kak may juga ikut melihat pena yg jatuh itu 🙈 Kak May bisa fokus hanya jika mata kuliah yang dibawa dosen sangat2 menarik menurut Kak May 🙈
Jadi, selalunya Kak May mengusahakan duduk paling depan atau maksimal di barisan kedua dari depan.

Semoga membantu ya.

-----------------------------------------------------------------*

1⃣1⃣
Assalamualaikum kak. 
Nama saya : Moulia aksidar
Kuliah : stain tapak tuan kab .aceh selatan

Pertanyaan :
Di tempat saya kuliah ada dosen yang seenak hati ya ajja masok mata kuliah, Kadang masuk dan kadang ngk hadir.. kadang wktu presentasi makalah adaa yang di suruh terus sama mahasiswa untuk presentasi makalah tanpa ada beliau. Tapi pas di akhir pembagian khs ya udah kluar kadang nilai ya sering asalan di buat kak. Kadang ada yang hadir selalu dan aktif pas pembelajaran di kasih nilai ngak memuaskan . Dan yang jarang hadir dan ngak aktif di kmpus di kasih nilai bagus sama beliau . Jadi pertanyaan saya bgaimana pendapat kakak cara mengatasi dosen yang begituannn??? Kami udh komplin nilai ya tapii malah beliau marahh sama kami dann tidak mauu tauu sama nilai kami kak😊
Mohon solusii y kak🙏

Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullah.
Hallo Moulia.
Selayaknya banyak tipe mahasiswa, tipe2 dosen juga beragam. 

Kalau Kak May, presensi kehadiran dan mengumpul tugas2 adalah suatu kewajiban. Jadi harusnya poin ini sudah beres dulu persepsinya.
Yang harus bener2 ekstra diusahakan adalah, ttg eksplorasi jawaban dr tiap tugas yg di kumpul dan jawaban dari soal2 ujian. 
Straight to the point gak jawaban kita.
Selama kita rajin masuk, tugas ngumpul, jawaban oke. Rasanya sulit dosen memberi kita nilai seadanya.

Untuk mahasiswa lain yg jarang masuk tapi dapet nilai tinggi, kayaknya gak perlu dipermasalahkan.
Yang penting bagaimana kita. 
Ada banyak kemungkinan yg jarang masuk tapi bisa dapet nilai tinggi. Salah satunya dosen tidak begitu mempermasalahkan presensi selama memenuhi minimal tatap muka di kelas, tetapi dia faham dengan mata kuliah yang diampu. Indikator faham bisa dari jawaban soal2 ujian misalnya.

Tetap pupuk semangatnya ya Moulia.

-----------------------------------------------------------------*

1⃣2⃣
Nama : Zuhra Salisah
Asal kampus : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Pertanyaan : menurut pengalaman mbak Mayang selama mengikuti kuliah di USM, apakah ada kendala atau kesulitan untuk bisa menjalin komunikasi dengan dosen disana serta mendapat rasa keercayaan dari mereka dengan kata lain agar dosen tidak terkesan "sombong" di mata para mahasiswa? Apakah mereka lebih menghargai kita sebagai mahasiswa internasional atau justru lebih mengutamakan mahasiswa daerah lokal menurut pengalaman mbak mayang? Terima kasih

Jawab:
USM itu kampus negeri berstandar internasional. 
Dosen2 nya juga banyak yang dari luar negeri.
Tau kan ya kebiasaan orang barat kalau murid2 berpendapat di dalam kelas? Dosen teramat sangat welcome dengan pendapat kita. Baik itu benar atau salah. Biasanya dosen tidak langsung menyalahkan pada saat itu juga. Dosen akan menjelaskan lebih lanjut dan baru kemudian meluruskan.
Tidak ada perbedaan antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional dalam hal belajar di USM. Yang beda hanya dari segi kegiatan2 mahasiswa. 
Mahasiswa internasional cenderung mendapat banyak "sajian" yang sengaja mereka persiapkan agar betah kuliah disana dan agar budaya mereka semakin dikenal oleh mahasiswa internasional. Contoh: ada program2 wisata dan budaya yg sengaja kampus sediakan untuk mahasiswa internasional.

Pengalaman Mbak May pribadi tidak ada kendala. 

Jadi jangan takut ya kalau Zuhra berencana ingin kuliah di Luar Negri.
Tipsnya: 
Kita kudu stalking ttg apa saja yang berkaitan dengan kampus yg kita tuju.
Seperti sertifikasinya, lulusan2an nya, asramanya, bahkan sampai budaya belajar mengajarnya.




-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alhamdulillah DONE.


Itu pengalaman singkat dan tanya jawab seputar tips kuliah menyenangkan. Sebenernya kuota di buka untuk Mahasiswa Kota Batam, tapi yang daftar Indonesia Raya :D
Semoga bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »