Ketika Kemauan Bertemu Kesempatan

Hallohaa... Apa kabar semuanya? 
Kali ini aku mau berbagi sebuah tulisan. Tulisan ini adalah tulisan ku dulu. Terarsip di Hard Disk dan aku berniat untuk membagikannya untuk teman-teman pada blog ini. Selamat membaca ^^

***
Saya Mayang Bahtera Pertiwi, mahasiswi ekonomi jurusan akuntansi. Saat ini saya sedang menempuh semester enam pendidikan strata satu di Universitas Internasional Batam (UIB). Bagi saya, pengalaman belajar tak ubahnya seperti pengalaman hidup yang lain. Merupakan aset berharga yang mampu menunjang proses pengembangan diri dimasa depan. Termasuklah pengalaman belajar di luar negeri yang baru saja diselesaikan pertengahan bulan Januari 2014 silam. Menempuh masa studi selama satu semester di Universiti Sains Malaysia bersama 159 mahasiswa lain dari berbagai belahan dunia lain seperti Amerika Serikat, Finlandia, Swedia, Perancis, Pakistan, China, Jepang, Korea, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Masih hangat dalam benak saat masa-masa sekolah dulu. Saya bermimpi untuk dapat bersekolah di luar negeri. Ya, belajar di luar negeri. Bukan untuk jalan-jalan semata. Kalau hanya sekedar jalan-jalan saja semua orang tentu bisa, pikir saya waktu itu. Entah bagaimana caranya saya bisa belajar di luar negeri seperti yang diimpikan, yang jelas mimpi itu tertulis tegas. Bahkan sampai masa kuliah pun, mimpi itu masih berdiri kokoh tak tergoyahkan. Berharap suatu saat impian saya terpenuhi. Yah. Mungkin saja ketika ingin melanjutkan strata dua (S2) nanti atau sekedar mengikuti konferensi internasional yang biasanya berlangsung dua sampai tiga hari.

Suatu saat terbaca oleh saya pengumuman di mading kampus tentang program Credit Semester. Kegiatan ini merupakan program yang di canangkan oleh Universitas Internasional Batam (UIB) bekerjasama dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) untuk belajar di luar negeri ke kampus-kampus yang telah bekerjasama dengan UIB tentunya. Serasa terpanggil oleh mimpi lama, saya tergerak untuk mencari tahu lebih lanjut. Ini merupakan kesempatan emas untuk mencoret asa itu dari deretan daftar mimpi yang saya buat. Mencoret karena saya telah mencapainya. Saya kumpulkan semua persyaratan dan menunggu hasil sembari berdo’a pada Ia yang Maha Kuasa.
Dan saat pengumuman tiba, Letter of Acceptance yang menyatakan saya diterima sebagai mahasiswa exchange student-lah yang akhirnya mendukung aksi saya mencoret mimpi itu dengan penuh keyakinan. Sejak saat itu saya resmi menjadi duta untuk membawa nama kampus, bahkan membawa nama besar Bangsa Indonesia sebagai perwakilan untuk belajar bersama puluhan ribu mahasiswa disana baik lokal maupun mahasiswa internasional. Tentu banyak hal yang saya dapati disana. Selain bidang keilmuan, segudang ilmu kehidupan pun melengkapi pembelajaran diri.

Begitulah ketika kemauan bertemu dengan kesempatan. Maka jangan biarkan kesempatan emas beasiswa yang terbentang itu berlalu begitu saja di depan mata kita. Dan jangan biarkan “menolak kesempatan” menginterupsi proses pengembangan diri kita. (May)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »