Wisata Alam Kalibiru

Sebenarnya tujuan utama ke Yogyakarta adalah mengikuti suami yang baru saja mengambil studi S2 nya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sehingga perlu waktu setidaknya dua tahun untuk tinggal di Kota Pelajar ini, terhitung mulai pertengahan tahun 2017. Karna berhubung status masih pengantin baru, anggap saja lah ya kita bulan madu di Jogja, walaupun di akhir tahun 2017 aku pulang ke Batam dan kemungkinan besar tidak balik ke Jogja karna ada hal lain. Yang penting bulan madu. *maksa!
Di Jogja, ada banyak sekali tempat wisata. Kali ini aku mau sharing tentang wisata alam Kalibiru yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, DIY. 

Tempat tinggal kami di daerah Sleman, tepatnya di Nyaen, Pandowoharjo. Kira-kira menempuh jarak satu setengah jam lebih untuk sampai ke Kalibiru. Lumayan gempor waktu itu, dikarenakan kita menggunakan motor, itupun motor jaman old banget. Pasalnya, selain agak lama dijalan, juga track menuju puncak kalibiru banyak sekali pendakian. Kalau menggunakan motor lama, bakal ngos-ngosan, maksimal mati mesinnya. Jiahaha. Alhamdulillah kami aman sentosa dengan motor tua itu. Tapi tidak direkomenasikan untuk menggunakan motor tua kesana. 

Tips menuju wisata kalibiru:
-          Sewa mobil untuk berkendara lebih nyaman. Atau jika tetap ingin menggunakan motor, sebaiknya perhatikan kondisi motor. Pilih motor yang kuat dan tahan banting. Tidak disarankan menggunakan motor tua, selain khawatir terjadi apa-apa, kasihan juga kan sama motornya, udah tua dipaksa-paksa menanjak.
-          Atau pergi dari rumah menggunakan motor apa saja, sampai di Wisata Kalibiru bisa menyewa mobil amfibi. Disana banyak sekali penyedia jasa adventure menggunakan mobil-mobil semacam itu.
-          Berangkat pagi jika jarak tempuh lumayan jauh. Waktu itu kami tiba di Kalibiru sudah terlalu sore karena berangkat pukul 14.00 WIB, jadi spot foto sudah banyak yang tutup. Huhu…

Untuk biaya parkir motor sebesar 2.000 rupiah per motor. Dan biaya masuk objek wisata sebesar 5.000 per orang. Murah ye!

Tiket

Back to motor tua, pengalaman ke Kalibiru menggunakan motor tua memang tidak bisa dilupakan. Aku terpaksa harus turun dari motor dan menanjak dengan berjalan kaki. Ada banyak sekali tanjakan, hanya saja dua tanjakan terakhir sama sekali tidak memungkinan untuk motor tua itu berlari. Akhirnya, dengan berat hati ku susuri tanjakan yang cukup indah itu. Haha. Tanpa pemanasan tentunya, karna mau pemanasan sama siapa juga yakan, cukup membuat otot-otot kaki menjadi tegang. Sesampainya di atas puncak, kepala pusing dan mata sudah berkunang-kunang, sesaat gelap dan aku terduduk. Lelah, lelah banget. Jadi memilih rehat sejenak. Dan belakangan aku baru tau, kalau saat itu aku sedang hamiduuuun alias hamil. Huhuhu.

Setelah dirasa badan sudah fit kembali, maka kembali bergerak untuk tuntaskan perubahan menuju tempat utama, lelahnya sirna berganti dengan takjub melihat suguhan lukisan alam yang, WOW, luarbiasa kece.

Memandang alam dari atas bukit. Na… Na… Na…

Sign board

Di sana juga ada fasilitas untuk sholat loh. Jadi jangan khawatir rempong gimana mau sholat kalau di atas bukit. Ihihi…
Mushola

Puas foto-foto di atas, aku turun dan mendapati warung makan disana. Ayeeeey. Ternyata selain pemandangan indah, lelah ku terobati dengan melahap ayam geprek dan mie rebus yang terletak dibawah bukit. Kali ini ada jalan menggunakan tangga. "Iyalah, kalau gak ada tangga bakal terguling-guling". Oh ya, ada yang bisa tebak gak berapa harga makanan disana, dengan sajian alam sedemikian rupa dan susahnya perjalanan kesana? Tadinya aku sempat berfikir, wah bakal mahal ini mah. Ternyata tidak loh. Harga makanan di tempat wisata tidak selalu berbanding lurus dengan curamnya jalan dan indahnya pemandangan tempat wisata itu. *hipotesa macam apa ini. Haha… Coba lihat deh foto di bawah ini! Kelihatan tidak menu dan harganya?

Salah satu tempat makan di kaki Kalibiru.

Baiklah pemirsah, itu dia sedikit cerita perjalanan ke Kalibiru, kalau disuruh ngulang, mau sih, tapi aku lebih milih tempat yang belum aku kunjungi di Jogja. Banyak pake banget soalnya tempat wisata di Jogja!
Sampai jumpa lagi ya.^^

_____
Thanks to:
Dedi Kurniawan, selaku sponsor utama ^^

Beb, maaf yah aku repotin kamu muluk. Kayaknya ini piknik paling cantik bagi aku, bukan karna wisatanya aja. Terlebih karna ada kamu. (lope lope)
*Asoooy. Kibas kerudung.



Teman perjalanan (hidup)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »