Restu Ayah dan Ibu


Ayah… Sebelum kakak menikah, engkaulah satu-satunya lelaki yang mencintai dan menyayangi diri ini tanpa syarat.

Kakak tak dapat berkata-kata langsung kepada ayah dan ibu atau lebih tepatnya gagal untuk menemukan waktu yang tepat untuk berbicara barang sebentar tentang perasaan. 

Setidaknya dalam tulisan khusus ini, mewakili sedikit perasaan hati putri pertamamu, yang ditulis atas rasa penuh hormat nan takdzim kepada ayah dan juga ibu.

Kakak ingin mengucapkan terimakasih setulusnya dari dalam sanubari untuk setiap peluh yang ayah dan ibu tukar dengan kasih sayang dari kakak kecil hingga dewasa seperti saat ini.

Ayah dan ibu adalah tokoh penting dalam sepanjang sejarah hidup kakak. Dilahirkan, dibesarkan, dirawat, dan dididik dari kecil hingga dewasa. Jika hendak berhitung jasa, tentulah tak ada daya dan upaya kakak untuk membalasnya

Ayah… Ibu… seperti komitmen-komitmen kakak yang dulu. Kakak tidak ingin mengecewakan ayah dan ibu. Kakak berusaha sekuat tenaga menjadi pribadi yang baik. Menjadi anak yang membanggakan orangtuanya.

Ayah,,,, Ibu,,,, Kakak sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada seorang lelaki yang sudah mengambil alih tanggung jawab dari seoarang ayah kepada putrinya. Ya, seperti halnya jatuh cinta ibu kepada ayah.
Kakak tak ingin kan keterpaksaan dari ayah dan ibu, melainkan berangkat dari kepercayaan terhadap komitmen kakak. 

Terimakasih ayah dan ibu, atas restu yang berlimpah ruah untuk pernikahan kakak.

*****


Ku biarkan hangatnya airmata meluap melewati sudut-sudut mata.

Kepada perjuangan mu ayah, ibu, yang tentu tak dapat aku tebus.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »