Menentukan Target Jangka Pendek Pribadi

Hallo Semuanya. Tidak terasa sudah 17 hari berlalu ditahun 2018 ini ya. Apa yang sudah kita lakukan di 17 hari yang telah lalu tersebut? Melakukan serangkaian aktivitas bermanfaatkah atau sederet aktivitas un-faedah? Heee. Peace.

Baiklah teman-teman langsung saja yuk kita cuap-cuapnya. Postingan kali ini tentang Target Jangka Pendek Pribadi. Perlu tidak sih sebenarnya kita membuat target jangka pendek untuk hidup pribadi kita? "Udahlah let it flow aja. Biarkan ia seperti air yang mengalir". Ada yang kira-kira seperti itu tidak?

Sebelum menjawab perlu atau tidaknya. Saya akan bercerita sejenak tentang nasihat guru saya saat sekolah tingkat akhir dulu. Masih teringat jelas beliau berkata: do what you write and write what you do! Yap, itu adalah perintah melakukan agenda yang tercatat dan perintah untuk menuliskan agenda yang kita kerjakan. Nasihat yang sarat makna bagi saya. Ketika saya mencoba mengaplikasikan nasihat itu, saya merasakan adanya sebuah panduan kegiatan yang terarah. Seperti sebuah formulasi shift kerja pada perusahan manufaktur besar. Rapi dan teratur. Selain itu, terdapat dokumentasi yang dapat saya evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan di kemudian harinya. Hal ini sangat terkait dengan sebuah kata bernama Target.

Dalam era globalisasi, free border era, segala batas-batas serba samar bahkan bebas, baik dalam bertukar informasi, cara kerja, proses berinteraksi, bahkan sampai pada batas-batas negara pun hampir punah. Buktinya, saat ini sangat mudah sekali seseorang keluar masuk suatu negara, bahkan sekedar melakukan transaksi atau bertukar informasi antar-negara. Kalau kita tidak dapat beradaptasi pada setiap perkembangannya, maka tergilas lah kita. Kita akan jauh tertinggal ke pelosok keadaan diri yang stagnan. Nah, bagaimana cara kita menyelamatkan diri dari ketergilasan zaman dan kondisi diri yang stagnan tadi? Setidaknya yaitu dengan membuat target hidup pribadi. Kegiatan ini adalah langkah awal untuk kita meng-global. Kita dipaksa untuk memetakan kehidupan seperti apa yang hendak kita raih. Selain itu, dalam pencapaiannya, kita juga dituntut untuk dapat menggunakan sumber dan tools disekitar kita. Sehingga pada akhirnya kita dapat bertahan eksis dan dinamis pada kondisi apapun juga. 

Sebenarnya saya sendiri sudah memiliki target untuk tahun 2018 ini hendak dibawa kemana. Hanya saja belum tertuang kedalam tulisan di dunia maya. Mumpung masih awal tahun, yang sudah berlalu 17 hari, saya akan sharing sedikit target jangka pendek saya, terkhusus untuk target yang menunjang aktivitas nge-blog saya. Berikut listnya:
  1. Target menulis 10 buah tulisan dalam sebulan. Jenis tulisan apa saja. Yang penting produktif menulis.
  2. Target menuntaskan buku bacaan dengan tema apa saja minimal satu buku dalam tiga bulan. Setidaknya dalam satu tahun ada 4 buku yang sudah terbaca.
  3. Target merubah domain TLD blog. Alhamdulillah ya sudah berubah beberapa hari yang lalu. Tentang ini, saya bakal berbagi cerita tentang “motif” apa yang menyebabkan saya memutuskan untuk merubah TLD blog, berikut vendor beserta langkah kerjanya.
Dari ketiga target diatas, sebenarnya ada satu target yang belum terealisasi di tahun 2015, kemudian diperpanjang di tahun 2016, dan di re-target di tahun 2017. Setelah itu diulang catat di tahun ini, 2018. Aaaaah, bête kan ya. Artinya apakah saya gagal? 
Well, setidaknya dalam perjalanan cerita meraihnya ada upaya-upaya yang saya keluarkan untuk itu. Dengan kata lain, ini adalah keberhasilan yang tertunda. *menghibur diri genjreng-genjreng. 

Nah, supaya lebih menguatkan keinginan kita dalam memenuhi target pribadi kita, tips berikut dapat menambah semangat kamu untuk merealisasikannya. Rahasia Mewujudkan Resolusi 2018 dari seorang coach bernama Coach Ade.


Nantikan postingan saya selanjutnya ya…





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »