Makasih ya Pangeran ^^

Ah... Harus makin semangat gue mengkondisikan apa yang harus dikondisikan .
*iket kepalaaaaaaaaaaa.
Sekali lagi. Makasih ya pangeran. ^^
!@#$$%^&*


.
.
Jika kita menikah, santai saja. Kamu tak perlu ribet berdandan. Tak perlu memoles wajah sedemikian rupa. Buat apa? Toh, dengan basuhan air wudhu di setiap pergantian waktu, kamu akan selalu cantik. Kamu juga tak perlu resah dengan bentuk perut. Mau gendut mau kurus tak masalah. Sebab aku tahu, di dalam perutmu, ada rahim yang kelak melahirkan putra-putriku
.
.
Jika kita menikah , santai saja. Tak perlu malu bila tak bisa memasak. Toh, kamu dipinang buat jadi bidadari, bukan untuk jadi koki. Iya, kan? Kita bakal masak bareng-bareng. Dan saat masakan terhidang, kita saling tatap, senyam senyum, lalu tertawa renyah saat ternyata, makanan kita keasinan. Hehe.
.
Jika kita menikah, santai saja. Tak perlu sungkan sebab tak bisa mengurus rumah. Toh, kamu dipinang sebagai istriku, bukan pembantu. Pagi-pagi sebelum aku berangkat kerja, kita akan beresin rumah sama-sama. Barangkali kamu yang nyapu dan aku yang mengepel. Sepakat, kan?
.
Jika kita menikah , santai saja. Tak perlu takut dengan perkataan orang bahwa menjadi seorang istri hidupmu akan membosankan. Tidak. Kamu bukan satpam di rumahku, kamu cinta di hatiku. Jadi, di waktu senggang aku akan sering mengajakmu keluar jalan-jalan. Berboncengan tanpa arah, atau makan di pinggiran jalan yang murah meriah. Ah, kita akan bulan madu setiap hari,dengan cara kita sendiri
.
.
Jika kamu jadi istriku, santai saja. Sebab ikatan kita adalah sebuah kebaikan. Adalah titah Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Kebersamaan kita akan bertabur pahala, juga di setiap sentuhan-nya melenyapkan dosa-dosa. Bukankah itu surga yang dihadirkan di dunia?.Kepada kamu duhai jodohku, jangan ke mana-mana, ya.
Sabarlah dengan kesendirianmu.
Jagalah kemuliaanmu.
Jagalah kehormatanmu.
Jangan tertarik oleh godaan cinta semu...
.
Aku sedang OTW, nih. Aku akan segera datang dengan membawa bingkisan keshalihan. Mengetuk pintu rumahmu. Menemui Abahmu. Lantas mengusaikan penantianmu. Dengan cinta dan kasih sayang..
Jadi kepada kamu, bersediakah bersabar menungguku, sebentaaar lagi saja?
.
.
.
.
Aby A. Izzuddin





Walaupun tulisan itu bukan buat aku T_T.
Aku hanya merasa.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »