Saham

Mau bahas tentang saham ni.
*maaf kalau bawaannya gak asik.
*lagi bad day


Langsung aja ya.

Sederhananya saham itu bukti kepemilikan atas perusahaan.
Jadi kalau kita punya saham di suatu perusahaan, otomatis kita juga tercatat sebagai pemilik perusahaan tersebut.
Asik yak. Punya perusahaan. *kibas jilbab :D


Namanya juga pemilik perusahaan, so pasti pemilik punya hak atas bagian keuntungan perusahaan, yang biasanya disebut ---> DEVIDEN.
Umumnya deviden ini diterima di awal tahun.
Bulan Maret, April, Mei, Juni adalah bulan yang lazim dipake untuk pengumuman pembagian deviden, setelah rilis laporan keuangan perusahaan full year (Januari - Februari).

Logika sederhananya gini deh.
Kita beli saham = kita beli usaha/bisnis = kita beli perusahaan
Usaha/bisnis ---> kegiatan operasional yang tujuannya untuk mencari keuntungan.

Harga saham yang meningkat nunjukin kalau perusahaan tersebut sedang tumbuh.
Mirip investasi untuk rumah / tanah / properti / emas, yang mana tujuan akhirnya adalah bertumbuhnya "nilai" dari investasi tersebut. Bener nggak?
Nah. Saham juga kayak begitu!

Pertanyaannya...???
Gimana ya cara investasi di saham?

Buat mulainya, kita kudu punya rekening efek atau rekening saham di salah satu perusahaan sekuritas atau anggota bursa.
Kayak rekening di bank gitu. Punya rekening tabungan di salah satu perusahaan bank.
Kira-kira syarat buka rekening saham sama dengan buka rekening tabungan bank.
Tapiiiii....
Rekening bank cuma buat nyimpen duit.
Kalau rekening saham selain nyimpen duit juga buat nyimpen portofolio saham yang kita miliki.
Dimana resiko yang ditanggung adalah sebanyak modal yang disertakan.

Oh iya. Portofolio apa?
Portofolio itu mirip dengan buku tabungan yang isinya rincian saham-saham yang kita miliki.

Jual beli saham bisa dilakuin kapan aja yah.
Hari ini beli, hari ini dijual juga bisa.

Terusss..
Kita beli saham itu per lot.
1 lot = 100 lembar saham.
Devidennya gimana ngitunginnya?
Tergantung perusahaan ngasih nilai berapa per lembar saham.

Contoh kasus ni ya.
Gue punya 10 lot saham di PT.A, artinya gue punya 1.000 lembar saham.
PT.A ngasih devidend Rp 21/lembar.
Jadi gue dapet deviden Rp21*1000lembar saham=Rp 21.000 (huaaaaaa. Banyaknyaaaaaaa :D)
Lumayan buat minum greentea di Karambia Cafe.
E tapi kurang seribu. Kalau gak salah greentea 22.000 disana.
Haha.
Lumayan daripada di Habbits cafe. Disana harga premium bo'.
*okei mulai gak fokus.

Urutannya gini nih:
Pembeli - Sekuritas - BEI - KSEI - Sekuritas - Penjual
Jam transaksinya dari jam 09.00 - 16.00
Transaksinya kayak perdagangan biasa.
Ada penjual, ada juga pembeli.

Well...
Sampai sini mudeng gak ya?
Rasanya penjelasan diatas pake bahasa simpel deh.
:D

Biar makin oke. Aku kasih contoh salah satu perusahaan sekuritas ya.
Sebut saja Kresna Securities. 
Oh iya. Perusahaan sekuritas ini udah ada aplikasi untuk iOS loh.
Ketik aja Kresna Trader ntar keluar tuh. Tinggal donlot.
*nggak lagi promosi yee.
Cuma contoh.
Masih banyak perusahaan sekuritas lainnya.


Strategi kapan waktu yang tepat untuk kita membeli dan menjual saham akan dibahas ditulisan berikutnya yak.
Oh iya, karena kita muslim yang berusaha taat. tentu asal usul harta harus jelas dong.
Ntar ada juga sesi pembahasan saham dalam pandangan Islam.


Penjelasan di atas adalah rangkuman kulwa dari Bapak Dedi Nofrius.
Beliau adalah seorang broker.

sekian.






_tetap smile walau lagi bete_
_hebatnya walau bete tetep bisa nulis. Berisi dan lumayan panjang pulak_
_I need Bete_

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »