Kangen Ayah

Ada angin dari mana gue masak hari ini.
Hee.
Pas adek pulang sekolah ngeliat gue masak, seperti biasa makhluk ini suka keheranan.
Adek: "Masak?"
Gue: "Iya dong (gaya songong)"
Adek: "Ibuuuuk. Ada campur tangan ibuk gak di masakan ini?"
Ibu: "Nggak. Ibu ga bantu sama sekali"
Adek: "Okeiii. Gue cobak ya" (makan) "embh. Lumayan" (berlalu gitu aja)


Haha...
Gak salah sih pertanyaan dia ke ibu. Secara gue jaraaaaaaaaaang banget masak.
Tapi itu loh. Komennya pendek amat yak.
Kalau ada ayah...
Ayah pasti over ekspresi ke gueh.
Ya itu tadi karna ayah saking gak pernah lihat gue masak.

"Widiiih. Anak gadis ayah masak. Pinter gitu loh. Cium dulu nak. Sini. (kepala gue di usap-usap. Diciumin. Di di di lainnya... Terus lanjut mujinya). Anak cantik ayah gitu kok. Bla.. Bla.. Bla.."

Padahal masakan belum dirasa.
Kalau di rasa udah pasti tau jawabannya sih.
Gak enak. Haha.
Tapi ayah selalu bilang enak.
Sama kayak ibu. Selalu bilang enak.
Orang yang paling jujur di rumah cuma dek Intan.
Kalau masakan gue gak enak, ya dibilang apa adanya.
Kalau dandanan gue jelek, gue di bilang norak. -,-
Pokoknya jujur amat lah.
Untung ada anak ini.
Kalau nggk, gue bakalan over pede per detik ini.
Karna selalu di puji terus sih.
Haha.
Kacau.

Ah. Jadi kangen gue sama ayah.
Info terakhir ayah udah selesai ujiannya.
Dan mau pulang.
Ehh.. Tiket mahal nyooo. Dua jutaan.
Jadi nunggu tiket murah.
-_-

Oh iya..
Ini dia penampakan masakannya.
Anggap aja masaknya pas lagi camping.
Haha.
Anggap aja ya.

Itu menu sederhana banget.
Sesuai budget.
Hahaha.
Tumis buncis ala-ala.
Bakwan wortel.
Tempe goreng.

Dan gue yakin. 
Gada yang minat sama resep gue ini.
Haha.

Sedih amat jadi gue.
Huhu...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »