Ketika Aku Jatuh Cinta

Bismillah...

Alhamdulillah wa syukrillah atas segala nikmat dalam setiap bab kehidupan yang diberikan pada diri ini.

Cinta... Ia-nya begitu mempesona. Membuat hati merasa nyaman dan tenang.
Tapi ketika cinta hadir untuk lawan jenis yg bukan mahrom, aku selalu lelah.
Lelah untuk membangun kembali benteng kokoh nan tinggi.
Memasang pagar kawat di sekelilingnya.
Dan menghiasai dengan tanaman berduri.


Tapi itulah sejatinya naluri setiap insan.
Suka dengan cinta.
Cinta dengan cinta.
Walaupun benteng telah tercipta sedemikian rupa, selalu ada celah syaitan mengusik fikiran.

Kawan...
Aku bukan lah orang yang baik, namun juga tak seburuk yang kau fikirkan.
Aku pun sama seperti dirimu, mengingkan pasangan hidup yang ideal.
Mengingikan kebarokahan rumah tangga nantinya.
Bahkan sejak sebelum menikah, mencoba sekuat tenaga, berazzam melalui cara-cara yang barokah pula.
Karna apa yang kau cari?
Bukankah kau juga ingin ke syurga Nya. Meraih ridho Nya.
Hei...! Kalimat yang barusan itu bukan sekedar kalimat klise yang sering kau dengar.
Resapi! Maka kau akan benar-benar menginginkan wajah Allah kelak.
Untuk itu, tentu tidak bisa di nafikkan bahwa kita, harus memulai semua proses sesuai dengan apa-apa yang Allah dan RasulNya tetapkan.

Ketika Aku Jatuh Cinta.
Kembali ku katakan...
Sejujurnya aku lelah.
Karna iman yang lemah.
Aku lelah bertarung dengan musuh yang sudah sangat ahli dalam tipu muslihat.
Dengan musuh yang punya lisensi legal dari Allah.
Dengan musuh yang punya jam terbang tinggi dalam mengelabuhi hati dan fikiran.
Maka. 'Audzubillahiminassyaithonnirrajiim...
Astagfirullah hal adziim...
Astagfirullah hal adziim...
Astagfirullah hal adziim...
___________________





*mendadak bijak.
itu benar tulisan gueh?
:O
Okei baiklah.

Geng...
Coba deh buka youtube.
Klik "Ketika Aku Jatuh Cinta - Ustadz Nuzul Dzikri,Lc"
Itu durasi videonya 1 jam 53 menit 52 detik.
Sediakan waktu luang.
Dengar dari awal sampe habis.
Jangan skip-skip ato dicepetin, ntar salah nangkep.
In syaAllah terbantu.
Buat aku sih isi nya ngena banget.

Oh iya.
Sebenarnya itu pidato series.
Tapi seri sebelumnya belon dapet (karna emang belum nyari. haha)
Seri yang sebelumnya itu ngebahas tentang ta'aruf.
Dijelaskan bahwa dari kesemua penjelasan ttg ta'aruf, kriteria calon suami/istri itu basicnya ada dua:
SHOLIH/HAH, dan
SUKA DENGAN DIA SECARA PERSONAL (PERSONALITY), atau klick sama dia, atau dapet chemistry nya ke dia.
Yaps. itu dia.

Dan ...
Kalau gueh, juga ngelibatin ortu dalam milih si doi.
Maka dari itu, pada saat ta'aruf ke ortu, sudah barang tentu ortu juga nilai.
Kedewasaannya, kematangannya, angkuh atau tidak gaya bahasanya, de el el.

Udah. Cus aja langsung ke sono (videonya)! ^^

Well...
Apakah gue udah jadi istriable? *istilah baru yang kekinian :P
Cermin... mana cermin.
:D

Udah ah.
Pamit dulu ye....
Daaa.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »