Buku ---> Ja(t)uh

Oh iya, tadi gue keinget sama satu buku judulnya Ja(t)uh.
Sejak pertama launching kepengen beli, tapi apalah daya tangan tak sampai.
Main-main ke Gramed nggk pernah nemu.
Whats going on?
Ntahlah. Gtau juga.

Terus tadi dapet broadcast-an sepenggal tulisan buku itu.
ah... capcus gue copas ke blog.
Ksian yah gue.
Hahaha. Nikmati nasib. :P

Mau baca sedikit kilasannya?
Yuk mari....



********************

Kali ini, biarkan aku bicara langsung pada jiwamu: tanpa sekat, tanpa tedeng, tanpa border. Untuk menanyakan apa-apa yang khawatir telah kusalahartikan. Tentang siapa merindukan siapa. Tentang siapa mengharapkan apa. Adakah kata ‘saling’ terkandung? Atau adakah hukum aksi-reaksi berlaku di sana?

Kau pernah mendengar cerita tentang orang-orang yang dibuali perasaannya sendiri? Ada buncahan suka di sana, yang nanti—secara teratur atau tiba-tiba—akan disadari, bahwa itu semua telah menenggelamkan jiwa mereka dalam kesemuan. Mengharapkan apa-apa yang sebenarnya tak pernah ada. Atau ada, tapi tak sebesar itu. Lalu, atas nama rasa malu pada dirinya sendiri, perasaan yang tidak pernah tahu apa-apa itu dibunuh. Mati lalu dikubur. Tapi tahukah kamu, bahkan semua reaksi sederhana itu tak semudah saat dituliskan?

Jadi biarkan aku bicara langsung pada jiwamu, tanpa kau halang-halangi dengan ekspresi kecil atau celetukan ringanmu. Meski harus kuakui aku menyukainya: kata-kata lugu yang kau rangkai tanpa pretensi, kau ucap seolah tanpa motif, tapi memikat.

Aku perlu tahu, tapi aku tak butuh mulutmu berkata-kata. Hanya ingin jiwamu yang bercerita.

Ya, aku perlu tahu.

Meski tak selamanya pengetahuan membuatku nyaman.

Aku hanya takut salah.

Apa kau juga ingin bicara pada jiwaku?

...

*************



sekian.
Thank you so much.
:)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »