Ketegaran Hati Ida

Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku. Perlahan kubuka, dan kudapati wajah Ida tampak lesu di sana.
"Ida. Kamu kenapa? Ayo masuk!"
Setelah ia kupersilahkan duduk, tanpa ku pinta, ia menceritakan kekesalannya pada kampus nya.

Aku gak bisa kredit kan semua mata kuliah ku.
Aku sudah sholat istikhoroh. Namun belum kutemui tanda-tanda untuk ku meninggalkan kampus ini.




Aku ingin mengambil master. Kalau lah saja aku bisa mentransferkan semuanya. Aku hanya perlu waktu 2,5 tahun saja.
Mungkin ini jalan yang Allah beri untukku. Allah ingin lihat kesabaranku dalam menuntut ilmu.
Jika tetap 4 tahun aku harus belajar, aku rela. Dan aku tetap tidak akan pernah merubah cita-cita ku untuk belajar. Aku sangat ingin mengambil master, PhD.
Nanti akan aku perbincangkan lagi dengan kedua orang tuaku.

Kemudian pembicaraan beralih pada kisah ketegaran seorang presiden yang di gulingkan di Mesir. Presiden Mursi.
Abang saya yang belajar di Mesir pernah bertanya kepada orang yang menentang Mursi. "kenapa kamu menentang Mursi. Apa yang kamu coba bangkitkan ketika kamu menentang Mursi."

"Tidak tau. Saya hanya ikut saja apa yang disuruh kepada saya"

Tuh lihat.. Mana lagi budi dan akal orang-orang zaman kini.
Astagfirullah...

Kemudian pembicaraan beralih pada jurusan Islamic Finance.
Ia begitu semangat dan antusias menjelaskan kehebatan sistem keuangan Islam.
Namun ia juga sangat menyayangkan, kenapa orang Islam sendiri buta terhadap itu.
Kalau kita lihat di bank-bank Islam, yang paling banyak justru orang-orang non muslim.

Ia berhasil menyuntikkan virus kepadaku untuk belajar Islamic Finance.
Sampai terucap olehku, bahwa aku ingin mengambil master untuk Islamic Finance.


Ida.
ini kamu Aqidah.
my sweety friend.
^^

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

comments