Rindu

Percikan rindumu menerpa wajahku
Begitu pekat kurasakan
Tidakkah cukup doa-doaku membanjiri ruang hatimu bisa luruhkan rindu itu?
Kuntum melati wangi searoma rindu telah kukirimkan padamu...
Damailah dan tenanglah
Sedamai aroma kamboja yg menenangkan jiwa
Rinai yang biasanya mengalirkan cinta dan rinduku padamu memang tak lagi menyapa
Rinai yang biasanya berdenting mesra di beranda cinta kita memang enggan bersenandung
Kemarau datang Tapi rindumu rinduku tetap berdifusi
Bukan gigil musim salju yg membekukan rindu kita dalam putihnya
Bukan senyum angin pagi musim semi yg menyatukan rindu kita dalam kesejukannya
Bukan riuh dedaunan musim gugur yg menyatukan rindu kita di senjanya yg anggun
Bukan kerling matahari pagi musim panas yg mengaduk adonan rindu kita dalam kehangatannya
Semua musim adalah rindu kita
Rindu yang akan terus berdifusi
Yang akan terus berdifusi
Akan terus berdifusi
Terus berdifusi
Berdifusi
Rinduku
Rindumu
Rindu kita
Rindu
Kita

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »