IKATAN PERSAHABATAN ILAHI
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanrirrahim.
…..
Dan episode kehidupan kini terus berjalan, menorehkan sejarah tentang aku, kehidupanku, dan tentunya kalian semua sahabat terbaikku. Mengajarkan arti cinta, mengenalkan tentang kasih sayang Ilahi dan berjuta makna lainnya.
Pantengin ceritanya ya……………!
Dimulai dari ortuku:
Masa-masa sekolah, orang tuaku sangat protektif, mungkin karena rasa sayang mereka yang kerap membuatku sulit beraktivitas. Terlebih aku masih anak nakal yang jauh dari nilai-nilai Islami. Meski itu yang terjadi didiriku, namun hidayah itu hadir saat aku mulai mengenakan jilbab. Saat itu, kita baru saja melangkah ke-level terakhir jenjang pendidikan SMK alias kelas tiga, di SMK Negeri 2 Batam kita yang tercinta. Pada waktu itu, meski dengan niat yang belum juga lurus. “Kayaknya lucu deh kalau pake jilbab”. Namun ternyata hidayah itu menular, ibu yang masih dengan gaya gaulnya perlahan mulai melirik kerudung untuk menutup auratnya. Belum rapi memang, but better

Dunia kemudian seolah berputar 180 derajat saat aku mulai mengenal ROHIS, mengenal teman-teman seperti kalian (Ukhti Harum Az-zahra, Ukhti Aci As-syura, Ukhti Eka As-syams, Ukhti Nur Baini, Akhi Dedi, Akhi Ismail, Akhi Syaipul, Akhi Brilian, Akhi Sobirin). Padahal sebelumnya aku mempunyai segudang aktivitas yang jauh dari nilai Islam itu. Aku bergelut di dunia entertaint. Mungkin aku bakalan jadi terkenal lewat hobiku itu dan masuk ke berbagai stasiun TV swasta internasional, mungkiiin… (hehe… Ga kebayang deh). Alhamdulillah lingkungan baruku mengajarkanku banyak hal. Sepertinya sejak awal, aku sudah dijadikan target utama dakwah teman-teman yang lebih dahulu faham. Jadi ge-er nih ….hhy :D

Waktu terus berjalan, aku semakin tertarik pada dakwah dan mulai mencintainya. Jadilah aku akhwat yang sering pulang malam (dulu belum ada larangan pulang malam dari ortu untuk ku…. Tapi, meski sekarang pun ada… Tetep aja nakal . hoho :o). Pulang malam karena berbagai alasan yang jelas pastinya, dan sedikit banyak itu mulai mengurangi waktuku bersama ibu dan ayah di rumah. Berbagai daurah (pelatihan)mabit (malam binaan takwa), dan halaqoh (perkumpulan) pun ku ikuti. Ibu hanya berbekal tsiqoh (percaya/yakin) padaku. Semua berlalu begitu cepat, dalam aktivitas yang seolah tak menyisakan waktu untukku menghela nafas atau sekedar beristirahat sejenak. Aku selalu pulang dengan energi sisa, rumah seringkali hanyalah persinggahan tidurku. Komunikasi pun berjalan sangat minim. Yang ada hanyalah rasa lelah. Masya Allah.

Lanjut, Sekarang: About Us……
Akhi Ukhti, ana selalu mengagumi sayap-sayapmu yang tak pernah berhenti mengepak dan senantiasa terbang tinggi dan kian tinggi. Kecepatan dan gelombang ruhiyahmu pun sangat luar biasa. Dirimu, aktivis dakwah yang tak pernah kenal henti berjuang, dinamis, dan haroki, mewakili motto yang pernah kubaca tentang, “jangan pernah diam dan berhenti bergerak, karena diam dapat mematikan”.

Untuk ikhwah fillah yang terpilih mendapat nikmat ujian, apapun itu, bangkitlah, janganlah terlarut dalam kesedihan. Jadilah penyejuk hati, jadilah penghibur jiwa, jadilah amanah terindah yang pernah dimiliki oleh ayah ibu kita (as-syifa=obat. Yah, tujuannya biar ana bisa menjadi obat bagi semua orang dan pastinya bagi diri sendiri di kala sedih). 

****
Tau gak sih ? (Pasti kalian pada jawab gak tau.. humph… kebiasaan….). Tulisan ini aku buat dan ku persiapkan jauh-jauh hari. Dan kurasa berakhir di malam ini. Di meja belajarku yang berantakan buku. Sekali kali mata ku melirik langit yang sepertinya selalu megawasiku selama aku menulis (lebih tepatnya mengetik sih.. :P). Seakan akan ia ingin tau. “Gak boleh tau, weee’ …”, canda ku dalam hati.

Malam ini, kala langit begitu luar biasa dengan kerlap kerlip bintangnya aku teringat padamu sahabat-sahabatku. Ada berjuta bintang di langit sana, bahkan lebih. Mempesona dalam rasinya yang luar biasa. Masing-masing begitu istimewa, memancarkan cahaya-cahayanya sendiri. Begitu juga kalian, banyak yang hadir memberi kesan tersendiri dihatiku. Mewarnai langkah-langkahku, mengisi hari-hariku, menoreh catatan-catatan dalam benakku, dan memberiku kenangan-kenangan tak terlupa. Masing-masing mengisi ruang hatiku dengan istimewa.


Untuk sahabat-sahabat terbaik yang takkan pernah tergantikan. Kalian adalah bintang terang di langit hatiku, kini dan untuk selamanya. Kokohkan perjuangan ini dengan kekuatan ukhuwah dan cinta kita. Semoga Allah memudahkan amanah yang kini ada dipundakmu, dipundakku, dipundak kita…

Malam kian gelap kala ku akhiri tulisanku, tapi bintang-bintang masih berkerlip dengan indah menghiasi langit. Seperti juga dirimu sahabatku. Yang senantiasa mengisi hatiku, yang selalu menggelorakan semangat jihadku, yang senantiasa muncul dalam doa-doa Robithohku. Sahabat, terima kasih, untuk selalu menjadi bintang di langit hatiku.


Jazakumullah untuk semuanya.
AS - SYIFA’
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »