Cinta Sederhana Kita (part 1)

Bismillah...

Teman-teman yang ku sayangi karna Allah.
Bagaimana keadaan diri dan iman mu hari ini...?
Semoga senantiasa terpatri pada Robbul izzati.
Sengaja ku sediakan waktu khusus untuk menyapa kalian para sahabat perjuangan dakwah, lewat tulisan ini.

Entah karna apa, malam ini (23/05/13) ingin sekali rasanya ku bercerita tentang "Cinta Sederhana Kita".
Bercerita tuk ungkapkan sedikit rasa bahagia.
Bahagia karna Allah titipkan teman2 sperti kalian.
Bahagia karna takjub atas skenario indah yang Ia gariskan.
Bahagia karna suka duka perjuangan yang sedang kita jalankan.

Tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya tuk dapatkan "kehangatan" itu disini.
Di kampus tercinta kita ini.
Tempat dimana sebagian orang (dulu) memandangnya dengan sebelah untuk urusan dakwah.

Sesuatu bernama HARI telah merekam perjalanan kita.
Ia akan putarkan kembali rekaman itu, kelak.
Menjadi saksi atas Cinta Sederhana Kita.

***
Bermula dari ospek kampus.
Masih ingatkah kita, di penghujung tahun 2011.
Saat itu kita mencari2 "cinta" dengan ragam kegiatan yang tersedia di kampus.
Terpilih lah oleh kita dua, tiga, atau empat kegiatan yang kita sukai.
Termasuk jalan ini.
Allah gerakkan hati kita untuk mengambil bagian di dalamnya.
Walaupun beberapa di antara kita bergabung di saat yang berbeda.
Ada yang diawal, ditengah, bahkan baru-baru ini.
Namun hal itu tidak membedakan kadar CInta Kita yang Sederhana ini untuk Nya.

Samar-samar dalam ingatanku, dulu senior-senior kita terlihat kesusahan dalam mengumpulkan kita.
Terkadang mereka menghubungi salah seorang diantara kita untuk berkumpul.
Dan bahkan mereka mendatangi kita satu persatu.
Hanya untuk membicarakan masa depan "cinta" kita bersama.
Walaupun pada saat itu, tak ada pelantikan secara khusus untuk menyambut kita.
Cukuplah Allah yang menyambut atas kehadiran kita.

Hal itu, sekarang, sedang kita rasakan bersama.
Iya kan...?
Sekarang kita yang mengalaminya.
Senioritas dan junioritas adalah sebuah keniscayaan teman-teman.
Saat ini, detik ini, kita sedang berada pada posisi itu.
Berusaha tuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya,
kita sama-sama ber-Azzam (bertekad) tuk melakukan perubahan-perubahan.
Mulai dari menyibukkan diri dalam agenda2 besar, meningkatkan intensitas kerja-kerja dakwah kita.
Hingga bermetamorfosis dengan nama baru dan semangat baru.
Lahirlah nama MUSISY di tengah hiruk pikuk dunia kampus kita.
Untuk sebuah awalan, hal itu sungguh luar biasa kawan.

Lagi, tak pernah terbayangkan olehku.
Justru kepak sayap perjuangan mu lebih besar dari yang sedang kau fikirkan kawan..!
Melihat semangatmu, percaya dirimu, ide2 besarmu, aku justru banyak belajar dari itu.
Belajar dari pemberian Cinta Sederhana Kita untuk Nya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »