Kata ayah tentang masa depan ku

Suatu sore nan cerah...
Aku duduk diteras bersama ayah. Ditemani secangkir teh dan biskuit kesukaan. Kami berdua duduk tenang sambil menikmati pemandangan halaman depan rumah kami yang sederhana. Kala itu warna merah merona melukis sebagian sisi-sisi langit. Dan mengepul awan putih disisi lainnya.

"Kak. Nanti lulus S1 sekolah lagi ya. Tapi yang jauh gitu. Jangan di Indonesia. Kalau bisa ke Eropa sana", kata ayah membuka pembicaraan.

Aku yang sedari tadi menikmati dengan khidmat aktivitas alam sore dengan bayangan bisa memegang kapas-kapas diangkasa dan memainkan warna langit, dengan serta merta tersadar dari lamunan. Perasaan ini menyeruak. Menggetarkan semangat untuk melambung tinggi. Seperti halnya dengan kapas diangkasa sana. Bahkan lebih tinggi dari itu. Ku pandangi wajah ayah lekat-lekat. Ada cita-cita besar di matanya. Kemudian ku lihat garis bibir ayah mengembang. Seperti ada harapan indah yang ia bayangkan untukku.

"Mau banget. Mudah-mudahan kakak bisa dapat beasiswa full untuk kuliah di luar negri. Ayah doain kakak ya", harapku menyetujui pernyataan ayah.

Hari itu menjadi saksi yang kesekian ribu kalinya, betapa ayah selalu menginginkan yang terbaik untukku. Untuk pendidikanku. Untuk masa depanku.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »