Sepenggal obrolan tentang Aksi Buruh di Batam



"Nggak ada gunanya buruh di Batam kayak gini, semua masih bisa dibicarain. Sekarang kalau sudah kayak gini mau diapain lagi ???"               

" Kenapa gak ada gunanya? Mereka bukan asal main demo aja kok. Mereka sebelumnya udah melakukan perundingan di Dewan Pengupahan Kota Batam .  Tapi….. TIDAK ditemukan angka yang disepakati untuk Upah Minimum yang di ajukan. Maka wajar, satu-satunya jalan yang ditempuh para buruh adalah dengan menggelar AKSI"
"Biar pemimpinnya sadar dan mendengar keluhan hati rakyatnya bahwa ini menyangkut kesejahteraan hidup para buruh di Batam, bukan masalah main-main. Kalau seperti ini, masihkah buruh yang dipersalahkan…?
Saya rasa TIDAK.  Intinya saya mendukung aksi para para buruh saat ini."
*** 

Mereka (buruh) melampiaskan gundah gulana di hati mereka yang lama tergenang. Betapa tidak ???  UMK saat ini terbilang lumayan, tapi kalau dilihat taraf atau tingkat hidup di Batam yang tinggi, sama saja jatuhnya. KURANG….
Bukan hal itu saja yang jadi pemicu hati para buruh jadi makin membara, setelah saya selidiki, ternyata sudah ada kesepakatan mengenai UKM di tahun lalu yang belum di realisasikan oleh pemerintah, alias MANGKIR.
Pemerintah bisa asik saja dengan penguluran atau keterlambatan kebijakan yang belum terealisasi tersebut, tapi bagi buruh, itu sama saja dengan mencekik kehidupan mereka sendiri.
Seperti tanggapan saya di atas, aksi para buruh sendiri dilatarbelakangi oleh buntunya perundingan yang tidak menghasilkan angka kesepakatan untuk UMK. Seharusnya, keputusan Menakertrans Nomor 226 Tahun 2000 harus ditetapkan paling lambat 40 hari sebelum UMK berlaku, (paling lambat 21 November 2011).
Siapa yang senang menunggu ?
Saya rasa hal menunggu ini adalah yang paling membosankan.
Apalagi ini menyangkut hak hidup banyak orang.
Apakah pemimpin saat ini tidak lagi memiliki rasa PEKA terhadap lingkungannya sendiri?
Katanya mau membangun negeri dengan mewujudkan “Batam” menuju Bandar dunia yang madani.
Tapi kok masyarakatnya sendiri bernasib seperti ini ?
Bagaimana bisa membangun yang besar, tapi hal yang kecil saja masih berantakan tak terurusi …
Sungguh miris kenyataan ini.
Kendati para petinggi yang punya urusan sendiri-sendiri. (mbp)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »