KAMMI

Bismillahirrahmanirrahiim...


Hari itu...
saat DM 1.


Organisasi eksternal pertama yang ku tapaki saat mulai menyandang status MAHASISWA.

Organisasi yang di dalamnya penuh dengan semangat.
Organisasi yang mengantarkanku kembali mengerti akan hakikat diri.
Organisasi yang mengajariku tentang bertanggungjawab.
(coz, masuknya musti nambah tugas alias lulus bersyarat -____-". Mau gak mau. Konsekuensi yang harus di hadapi. Alhamdulillah, praktek pelajaran pertama dari organisasi ini)

Masih terekam jelas pada saat praktikum kecil "unjuk rasa" atau yang paling sering didengar dengan sebutan demo.
Saat itu, aku khawatir aku telah salah langkah.
Aku takut bahwasanya aku ini terjerumus dalam perkumpulan yang didalamnya amburadul tak karuan.

Saat itu aku berfikir tentang perkataan orang tuaku. Ternyata orang tuaku benar. KAMMI itu organisasi yang suka demo. "Kakak mau jadi apa kalau ikut KAMMI yang suka demo-demoan?"
DUARRR...
Ya Allah... Bagaimana ini.... ?


Namun, aku berfikir kembali. 

Aku baca dengan seksama nama panjang yang berakronim KAMMI dalam bendera yang terpancang disudut ruangan, tempat aku mengikuti daurah pertama ini.


Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

Pertama. Kesatuan.
Aku paham betul. Kesatuan merupakan kumpulan yang banyak dan menjadi satu untuk mendapat goal yang sama. Dalam hal ini adalah kumpulan-kumpulan orang yang berjuang untuk tujuan tertentu.

Kedua. Aksi.
Aksi...???
Apakah selamanya aksi di artikan sebagai unjuk-rasa ?
Rasanya cetek sekali ya kalau pengertiannya seperti itu.
Aku memang newbie disini.
Tapi suatu saat, kan ku temukan maksud aksi dalam nama KAMMI ini.

Ketiga. Mahasiswa.
Ya. Ini perkumpulan mahasiswa. Mana mungkin mahasiswa yang merupakan kaum intelektual menyukai kegiatan amburadul yang kubayangkan. Lihat saja namanya. Maha. Coba buka KBBI kembali apa makna dari kata "maha".

Keempat. Muslim.
Oh... Alangkah bodohnya jika isi dari kumpulan ini menyukai kegiatan tak bermanfaat. Coba lihatlah apa yang ia sandang. MUSLIM. Masih perlukah ada penjelasan untuk yang satu ini May...? (tanyaku dalam diri)

Terakhir. Indonesia.
Huaa..
Ini bukan organisasi main-main. Lihat jangkauannya. Indonesia.
Tentu organisasi ini membutuhkan koordinasi tingkat tinggi dalam menyelaraskan rumah tangganya.
Dan dalam materi ke-KAMMI-an yang aku terima. KAMMI bukanlah organisasi yang terbentuk kemarin sore. Bukan.
Ia terbentuk atas dasar lingkungan yang sudah tidak melindungi umat. Saat itu, di era reformasi.

***
Sedikit tenang atas analisis yang benar dalam kacamata ku.
Namun, bagaimana bila salah...?
Ahhh. Gampang saja. 
Aku bisa pergi sejauh mungkin dari nama ini.
Tapi tunggu setelah kudapati bukti-bukti bahwa KAMMI adalah organisasi amburadul.

Waktu senantiasa bergulir.
Melakukan amanahnya.
Begitu taat terhadap perintah Nya.
Sampai di penghujung tahun 2012. 
Saat MUSKOM berlangsung. Tak jua ku temui apa yang sedang kucari-cari. 
Aku justru ter-cemplung dalam bagian dari kaderisasi di tahun pertama.
Bahkan aku disekolahkan gratis dengan amanah sebagai KESTARI atau bahasa umumnya bagian pengadministrasian pada masa jabatan baru.
Justru, aku melakukan percepatan sebagai muharrik di tahun jabatan baru itu pula.
Bahkan, ilmu-ilmu yang tak dapat kutemui di bangku kuliah dengan mudah kudapati disini.
Nyatanya, makin besar rasa cinta ku terhadap Nya atas pemahaman yang kudapati.
Yang terjadi adalah aku menemukan mereka kembali yang dulu pernah menjadi Bintang di Langit Hati.
Sekali lagi kutemui sebuah tali mahabbatullah ....
Di organisasi ini .
Jagalah ikatan pertaliannya Ya Robb...


Ya Robbi.
Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
aamiin.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »